Senin, 26 Januari 2015
AKU, KAMU DAN DIA
Untuk banyak waktu yang telah kita lewati, aku selalu berharap kamu tidak menganggap ini main-main. tapi ini hanya harapanku, karna pada nyatanya semua ini memang hanya harapan.
***
menangis?? harus kah aku menangis. untuk hal yang tidak sepantasnya aku tangisi.
marah?? harus kah aku marah. tapi siapa yang harus dipersalahkan dalam hal ini.
YAh... tak pernah aku tau, tak pernah aku recanakan sebelumnya kepada siapa aku harus mencintai.
sekalipun aku tahan perasaan ini, sekalipun aku kubur perasaan ini. tapi tetap saja dia merajai hati ini.
lantas harus kah aku mengutuki diri sendiri tersebab aku mencintainya.
faktanya aku memang mencintainya, yah mencintai lelaki sebegini nya. mencintai milik orang lain.
wajar memang, ketika kekasihnya marah dengan ku tersebab aku mencintai kekasihnya. namun, apa yang harus saya lakukan. membohongi perasaan ku? SUDAH aku lakukan. menganggap kita tak ada apa-apa? SUDAH aku lakukan. mengubur perasaan yang semakin terasa menyesakkan pun sudah aku lakukan. meski pada kenyataan nya hati ku terluka dengan ini. terluka dengan kenyataan bahwa aku mencintainya. lantas apa lagi yang harus aku lakukan?? bahkan untuk melupakannya pun sudah ku coba. tapi perasaan ini enggan enyah dari hatiku.
***
untuk mu wanitanya..
maaf untuk telah terpenjaranya aku dihati lelakimu. maaf karna aku telah mencintainya. bukan inginku untuk mencintai lelakimu. tapi sungguh ini diluar kuasaku. jika saja kau tau bagaimana agar aku bisa melupakannya, atau sekedar untuk tak mengharapkannya. maka beritahu aku cara itu.
sungguh, aku ingin semuanya kembali baik-baik saja. kembali seperti sediakala. seperti dulu ketika aku tak mengenalnya. maaf karna aku telah masuk dikehidupan kalian, karna bahkan akupun sering kali bertanya-tanay, sejauh ini kah aku mencintainya? mencintai lelakimu.
***
untuk mu yang selalu ku ceritakan dalam setiap doa ku..
Untuk banyak hal yang telah ku lewati di perjalananku untuk meyakinkanmu, terimakasih. Telah tanpa sengaja hadir di hidupku dan membuatku berjuang untuk suatu hal yang dulu tak pernah kubayangkan, mencintai lelaki sebegininya.
Jika saja kuceritakan kepada entah siapa kisah cinta ini, kupastikan mereka akan berfikir aku sedikit gila, sebab mencintai kekasih orang. Tanpa mereka tau, akan betapa gilanya aku jika mencoba berhenti.
Karena bahkan akupun begitu sering bertanya-tanya, sejauh inikah cinta itu berperan? Yang membuatku tak pernah merasakan detak jantung apapun seirama seperti ketika jatuh cinta padamu. Dan tak pernah ada yang bisa melukaiku dengan rasa sesakit seperti ketika dulu kau memintaku berhenti mencintaimu.
Maka jika bagimu perasaan-perasaan yang kulewati ini tak seberapa. Benar, ku akui aku belum cukup miliki pengorbanan untuk membuktikan cintaku. Hanya saja, semoga panjangnya waktu yang telah terlewati, tidak membuatmu berfikir bahwa aku sedang membercandai hidupku pun hidupmu.
***
untuk ku yang selalu mengeja namanya dalam doa-doa terbaik..
bersabarlah.. kelak kau kan temui bahagia. dengan atau tanpa dirinya.
ingatlah bahwa jodoh adalah kuasa NYa.. maka lepaskanlah apa yang seharusnya kau lepaskan..
Allah selalu punya hal yang lebih baik. tapi bukalah tangan dan hati mu untuk kekasih piilihan NYa . karna rencana NYa pasti selalu baik.
Minggu, 25 Januari 2015
SEPATUKU
Ku lihat surya pagi tersenyum
Terangi ruang suram di hatiku
Bertanya apa yang mungkin akan terjadi
Esok nanti
Ku bisikan pintaku kepadamu
Karena padamu ku bertanya
Di hari nanti
Mungkinkah ku tersenyum
Ku berlari membawa harapku
Di jalan terjal berliku
Ku berlari menggapai inginku
Dan cintaku pasti
Ku berlari menuju mega
Hamparan awan membentang
Akan ku cari akan ku dapati
Cintaku di ujung sana
Sepatuku bawa aku ke tempat tinggi
Bersama kita hadapai segala rintangan
Sepatuku bawa aku ke ujung samudra
Bersama kita melangkah tuk taklukan seisi dunia
Sepatuku bawa aku ke tempat tinggi
Bersama kita hadapai segala rintangan
Sepatuku bawa aku ke ujung samudra
Bersama kita melangkah tuk taklukan seisi dunia
A SMILE MEANS SOMETHING MORE..
“…
he shall never know how I Love him. And, that not because
he’s
handsome, Nelly, but because he’s more myself than I am.
whatever our souls are made of, his and mine
are the same.”
_Emily Bronte (“Wuthering
Heights”, Catherine Earnshaw to Nelly about Heathcliff)
“Wuthering Heights” , kisah cinta
Catherine Earnshow yang mendamba seorang Heathcliff dengan segenap jiwa. Sebuah
cermin cinta yang tidak bisa saling memiliki. Bukan karena Heatcliff tidak
mencintai Catherine, tetapi inilah nasib yang ditakdirkan oleh seorang penulis
asal Inggris yang sangat popular pada era Victoria abad ke 19, Emily Bronte.
Terlepas
dari quote tentang pasangan kekasih
yang terpisah karena perbedaan kelas social itu, aku ingin menceritakan kisah
cintaku yang kurang lebih sama dengan Catherine. Tidak, kisahku tidak setragis
Catherine atau semiris uliet kepada Romeonya. Ini hanyalah sebuah kisah cinta
biasa, mungkin semua orang pernah merasakannya. Perjalanan berliku dalam
pencarian sang adam.
Aku
mungkin bisa dibilang gadis yang sangat melankolis, atau mungkin sang drama
queen dalam sebuah novel, akh atau apapun sebutannya. Yang pasti, aku mungkin
sama seperti halnya seorang tokoh dalam novel-novel yang menanti seorang pria
yang benar-benar memberikan hatinya selayaknya cinta sang pangeran kekasih
disetiap roman. Atau bahkan mungkin seorang putri yang mencintai pangeran
kodoknya. Hemmmhhh… cinta kadang sulit didefinisikan, karna cinta memang
seharusnya tak perlu definisi. Well, apapun itu aku ngerasa cinta ku gak pernah
berakhir bahagia, gak seperti film-film, yang selalu menemukan akhir yang
bahagia yes, Happy Ending.
Seperti
cerita yang pernah aku ulas sebelumnya, gimana aku harus merelakan kekasihku
untuk meninggalkan ku tanpa alasan yang jelas hanya kata ini yang da ucapkan
“Kamu terlalu baik untukku”, huff… kenapa si, ada yang salah yah kalo aku
terlalu baik. Bukankah setiap orang pengen dapaetin yang terbaik dalam
hidupnya?. Tapi kenapa aku ditinggalin dengan
alasan yang demikian?. Yah itulah cinta.. aneh, bahkan mungkin bikin hidup ku setengah gantung
diri. Heheh :-D
Oke
kembali ke cerita, tapi ini bukan tentang si pangeran kodok ku yang sekarang
ntah milik siapa, cerita kali ini itu tentang someone yang udah bikin hidup ku
berwarna kembali setelah ditinggalin sama My Prince Kodok, yes, He is ARN.
Cukup inisialnya aja.
Pertemuan
kami berawal dari tempat kerja di awal tahun 2014. Dia resmi jadi guru
disekolah tempat aku juga kerja. Awal pertama aku kenal dia, aku fikir dia
cowok yang biasa-biasa aja dan terbilang cuek. Aku pun gak peduli, dan bersikap
biasa aja, awalnya hehhe.
Waktu
itu kita emang gak dekat ngomong seperlunya itupun Cuma dikantor aja. Karna
memang aku gak punya nomor Handphone nya. But semua berubah dan mungkin ini awal dari
kedekatan kami. Waktu itu lagi ada rapat kecil dikantor, ntah siapa yang
memulai dan ntah gimana awalnya dia minta No Handphone ku, dan aku fikir gak
ada salahnya karna dia teman kerja. Gak lama dari itu dia sms aku “Kenyang,
jadi ngantuk” (masih diruang rapat,setelah makan) trus aku jawab “ iya nih…
hoamm” dan sms kami pun berlanjut.
Makin
hari dia makin sering kirim pesan denganku, awalnya si aku anggap biasa-biasa
aja, tapi obrolan demi obrolan bikin aku ngerasa nyaman sama dia, ternyata gak seperti yang aku
fikirkan sebelumnya, dia gak secuek yang aku kira.
Dia : “ mel o amel”
Aku :” yeh, ada apa mas?”
Dia : “gak pergi nonton pasar malam?”
Aku : “gak akh mas, palingan juga gitu-gitu
aja. Lagian gak ada kawan”
Dia : “emh.. nonton yuk.. kita naik
kora-kora..mau gak?”
Aku : “sekarang udah terlalu malam,
kapan-kapan aja dech”
Dia : “bilang aja gak mau, ywd dech”
Damn.. habis sms itu dia ngilang,
aku fikir sih dia ngambek. Tapi aku gak peduli, karna waktu itu belum ada
perasaan apa-apa. Upsss,,, atau mungkin udah ada perasaan kali yah, soalnya
waktu itu aku ngerasa bête banget karna dia gak bales lagi sms aku. Ya udah
dech mau gimana lagi, kan gak bisa maksa juga.
Di kantor
My sist :
“mel udah pernah ke pasar malem itu belum”
Aku : “belum the, waktu itu di ajakin sama ARN, tapi
udah keburu malem.
Lagian kalo berdua takut gak dibolehin”
My sist : “pergi yo, penasaran nih”
Aku : “malu akh, kemarin kan udah nolak diajakin”
My sist : “ tenang aja, nanti biar teteh yang ngomong”
Aku : “emmmhh.. iya dech”
Gak
lama setelah percakapanku dengan temen sekantor (aku panggil teteh) itu, siteth
manggil ARN.
My
sist : “hei mas R, nanti malam
ada acara gak?”
ARN : “gak ada the, kenapa gitu?”
My
sist : “ kepasar malem yuk,
kan malam minggu juga. Ajakin noh si amel”
ARN : “kemarin dia di ajak gak mau”
My
sist : “akh nanti pasti mau,
kan kita bareng-bareng. Dg suami teteh.”
ARN : “emmhh… lihat nanti dech, jam
berapa?”
My
sist : “jam 8an dech, kabarin
ya kalo mau”
ARN : Ok dech..
Malam Minggu
Malam
itu, aku gak sabar sms teteh, sebenernya mau mastiin jadi pergi apa nggak. Dan
setelah aku Tanya ternyata jadi. Dan malam itu aku di jemput sama ARN. Itulah
awal kedekatan ku dengannya, dan hubungan kami terus membaik. Sepanjang
perjalanan dia banyak cerita tentang kuliahnya dulu, pokoknya seru deh. Dan
yang tidak pernah dia ceritakan adalah tentang ceweknya.
Ok..
waktu terus berjalan, dan aku semakin menyadari bahwa aku semakin menyukainya,
karna aku sering merasa sepi saat dia tak ada kabar. Perasaan ingin memilikinya
semakin kuat setiap kali aku melihatnya, melihat sinar matanya, melihat senyum
manisnya. ARN udah buat aku setengah gila karna memikirkannya. Hidup menjadi
lebih indah saat bersamanya. Senyumku selalu mengembang saat ku mengingatnya.
Dia adalah topic cerita dalam setiap obrolanku, dan dia adalah obatku. Aku
semakin bersemangat untuk pergi ke kantor, rasanya tidak ingin waktu terlewat
begitu saja tanpa dia. Semua itu terasa lengkap tatkala para siswa
mengolok-ngolok kami “cieeeeeeeeee,,, “ haha dan itu justru membuat aku semakin
larut dengan perasaanku. Meskipun sampai saat ini aku gak pernah secara
langsung bilang kalo aku suka dengan dia.
Tapi
kebahagiaan aku itu tidak bertahan lama, karna seiring berjalannya waktu aku
tau kalo ternyata dia udah punya cewek L harus ku akui aku
cemburu, ingin rasanya marah. Tapi, kusadari ini salahku karna udah membiarkan
perasaan ini ada, tanpa mencari tahu kebenaran yang ada.yeh dia udah punya
kekasih, mereka udah menjalin hubungan cukup lama, seja saat itu aku sering
stalk fb nya dan fb ceweknya, memang gak pernah aku lihat status yang romantic,
tapi tetep aja aku cemburu.
Tapi
cinta membutakan segalanya, aku sering kali melupakan statusnya, saat dia
menunjukkan sikap romantisnya kepadaku, aku melupakan kalo dia sudah punya kekasih,
saat tengah bersamanya.
Sampai
saat ini aku masih bingung, dan yang pasti merasa capek. Aku gak tau perasaan
dia, dan aku juga gak tau, sebenarnya dia tau perasaan aku apa nggak. Karna dia
terlalu cuek untuk masalah hati. Ntah lah biarkan tangan Tuhan yang bekerja,
namun yang pasti aku selalu berharap bisa memiliki banyak waktu dengannya.
Dengan dia yang udah jadi pengobat hati aku.
Emmmhhhh…
aku gak tau bagaimana ending dari kisah ku ini, bahagia kah atau terluka lagi
seperti sebelumnya. Apapun itu,aku yakin pasti itulah jalan terbaik yang sudah
diberikan Allah. Biarkan waktu yang menjawab semua pertanyaan hati ini. Dan
yang pasti aku terlanjur
mencintainya. Mencintai dia, yang telah mengobati luka hati ku.
Thank
a lot ARN.
***
((Sebenernya ini tulisan lama.. cuma baru sempat ngepost.. hehe gak apa-apa ya kalo ceritanya rada ngaur dikit.. masih belajar buat nulis.
Jumat, 23 Januari 2015
SECARIK KEKATA..
Cinta..
Akhhh..
lagi-lagi ini tentang cinta, atau lebih tepatnya tentang cinta yang terabaikan.
Kenapa harus sesulit ini? Kenapa harus sebegini menyesakkannya? Bahkan lebih
dari sekedar sembilu.
Kini aku
harus kembali menyadari, bahwa cinta tak memihakku. Dan kini harus kembali ku
rajut serpihan asa yang sulit teruraikan. Kini aku harus kembali berdamai
dengan kabung asa yang menyiksa diri.
Ini
salahku?? Iya. Karna harus mencintai lelaki sebegini nya.
Ini
salahku?? Iya. Karna mencintai dengan ketulusan. Tapi bukan kah cinta itu ada
karna ketulusan. Tidak peduli seberapa menyakitkannya, tak peduli seberapa
dalam luka yg tertoreh. Karna cinta selalu punya cara untuk memaafkan, karna
cinta selalu punya alasan untuk berdamai meski itu menyakiti diri sendiri.
Akhhh
cinta..
Terlalu
rumit engkau untuk ku eja, bahkan mungkin aku tak mampu mengejanya meski dalam
kekata.
Pada
akhirnya aku harus terhempas (lagi) dari cinta yang kuagungkan kehadirannya. Ya
kini aku harus kembali tersenyum untuk hal yag lagi-lagi menyakitkan
“MELEPASKAN”. Iya, aku harus kembali (lagi) melepaskan orang yang teramat aku
sayang. Bukan maksud ingin menyerah lalu pergi dengan sayatan dihati. Namun
karna cinta tak mungkin memaksa, aku tidak bisa memaksa bahkan melibatkan nya
dalam masalah ini. Karna aku lah yang mencintainya, jadi jika aku harus terluka
dan kecewa, itu bukan salahnya, tapi karna salahku sendiri. Iya ini salahku.
Karna telah menjatuh cintainya. Tanpa memperdulikan cintakah ia terhadapku.
Memang..
sering kali ia bilang “Sayang” tapi mungkin aku yang terlalu melebihkan kata
sayang nya. Mungkin aku yang salah mendefinisikan arti sayangnya. Salah
mendefinisikan perhatiannya, salah mendefinisikan arti hadirku untuknya.
Karna pada
nyatanya, tak ada satu alasanpun baginya untuk mencintaiku. Karna tidak ada hal
yang istimewa dalam diriku untuk bisa membuat dia mencintaiku.
Hingga pada
akhirnya aku harus kembali merajut kabung asa dan kegetiran cinta.
***
Untuk hatiku.. bersabarlah sejenak, mungkin kelak kau
akan dipertemukan dengan cinta yang sebaik-baiknya. Tanpa harus kau korbankan
perasaanmu, karna mungkin ini hanyalah kebahagiaan yang ditundakan.
Tersenyumlah J
Jumat, 16 Januari 2015
MERELAKAN NYA..
dear pemilik cinta.. kekasih yang tak pernah mengabaikan, kekasih yang tak pernah pilih kasih.
Ya Allah.. tentangnya Cukup kan lah.
aku akan belajar merelakan seseorang yang aku tahu bukan untuk ku.
bukan ku bermaksud menyerah.. lalu menetapkan takdirku sendiri, tentang dia yang mustahil akan hadir didalam hidupku.
Namun duhai Rabb ku.. akan seberapa lama membuat seseorang tak nyaman akan kehadiranku??
cukuplah pengabaian ini sebagai isyarat yang harus aku pahami..
Ya aAllah hanya engkau yang tahu betapa tulus ku peruntukkan cinta ini.
bahkan ketika ku memutuskan untuk ikhlaskannya meski harus ku sakiti jiwaku sendiri.
Ya Allah jagalah dia dalam penjagaan terbaik Mu.
Bahagiakan dia ya Rabb.. seperti Engkau membahagiakanku dengan perasaan cinta kepadanya.
Ya Allah.. tentangnya Cukup kan lah.
aku akan belajar merelakan seseorang yang aku tahu bukan untuk ku.
bukan ku bermaksud menyerah.. lalu menetapkan takdirku sendiri, tentang dia yang mustahil akan hadir didalam hidupku.
Namun duhai Rabb ku.. akan seberapa lama membuat seseorang tak nyaman akan kehadiranku??
cukuplah pengabaian ini sebagai isyarat yang harus aku pahami..
Ya aAllah hanya engkau yang tahu betapa tulus ku peruntukkan cinta ini.
bahkan ketika ku memutuskan untuk ikhlaskannya meski harus ku sakiti jiwaku sendiri.
Ya Allah jagalah dia dalam penjagaan terbaik Mu.
Bahagiakan dia ya Rabb.. seperti Engkau membahagiakanku dengan perasaan cinta kepadanya.
Kamis, 07 Agustus 2014
DIALAH PENGGANTINYA!!!
dalam
kehidupan yang kita lalui pasti banyak kisah yang terukir. ada senang, haru,
bahagia, tawa, ceria.kadang kisahnya berbalik, tentu ada rasa sedih, sakit,
kecewa, gagal. begitulah asam manisnya kehidupan, apa lagi jika sudah
menyinggung masalah CINTA. setiap orang pasti akan sensirif jika sudah kena
lika-liku yang satu ini. cinta bisa mengubah sifat seseorang. cinta bisa
memutar balikkan segalanya. cinta bisa membuat SALAH seolah benar, dan kadang
cinta juga membuat sesuatu yang BENAR terlihat seolah salah. cinta tidak
selamanya terasa manis, cinta itu mampu mengguratkan rasa pahit yang teramat
mendalam, menyakitkan!.
kita
mulai cerita kali ini....
aku
gak pernah nyangka, akan dikhianati oleh seseorang yang telah lama menjadi
kekasih ku (dulu). yah... dia memutuskan hubungan cinta kami. kenyataan yang
teramat menyakitkan untuk ku. tak pernah aku berpikir sejauh itu. aku
beranggapan kalau cinta kami akan utuh selamanya. aku semakin terpukul ketika
aku tahu alasan yang mendasari dia memutuskan hubungan dengan ku karna adanya
WANITA lain.
menyakitkan,,,
bahkan teramat menyakitkan. saat kesetiaan harus tergadaikan dan pengkhianatan
tidak mungkin bisa dilupakan. namun
meski begitu.. aku tetap berusaha mempercayainya dan mungkin itu lah kebodohan
ku. tanpa aku sadari aku menyakiti hatiku sendiri, dan terus setia kepada
laki-laki yang justru tidak setia. dan kini aku merelakan dia benar-benar
menghilang dari kehidupanku. aku memutuskan untuk menutup semua album hidupku
bersama dia. karna tidak ada guna nya lagi aku berharap.
MOVE
ON. ,,, ini lah yang aku lakukan, bangkit dari keterpurukan setelah sekian lama
memperjuangkan dia. aku mulai membuka lembaran baru dalam hidupku, dan aku
lebih merasa nyaman. sedikit demi sedikit aku bisa meninggalkan masa lalu yang
begitu banyak menyita waktuku.
tanpa
aku sadari aku menemukan sebuah perasaan baru. perasaan yang entah sejak kapan
mulai ada.. yang jelas aku merasa nyaman dengan perasaan ini. meski aku tidak
pernah saling mengenal dengannya. meski aku tak pernah melihatnya, meski aku
tak pernah mendengar suaranya. namun ini lah perasaan yang tidak pernah terduga
kehadirannya.
aneh
memang... tapi inilah adanya... aku hanya berharap semoga dia lelaki terakhir
yang tuhan pilihkan untuk ku..
selamat
tinggal masalalu yang kelam dan selamat datang masa depanku. masa depanku
adalah dia yang kini menjadi kekasihku. izinkan kau menjadi calon pendampingmu.
kamu lah dermagaku, kamu lah rumahku tempatku kembali setelah pergi jauh, kamu
lah tempatku kenbali kelak.
Jumat, 11 Juli 2014
CATATAN HATI
Dua Puluh
Empat Januari 2013
Dear you……….
“Kau tahu perasaan ku sekarang ????? aku terjepit
diantara pengingkaran dan realitas perasaan”.
Aku tak pernah tau bagaimana kamu suatu ketika.
Akankah kamu tetap menyayangiku ?
Akankah aku tetap menjadi ratu di belantara hatimu
?
Atau kah kamu akan melupakanku dan meninggalkanku?
Kamu selalu bilang “JODOH ITU DITANGAN TUHAN”
namun jika lah Tuhan telah memindahkannya ke tangan
mu,
akankah kamu memilihku ? meski kamu tau begitu
banyak
milyaran wanita yang jauh lebih baik dariku??????!
Aku tak pernah tau, baaimana 3 atau 4 tahun
kedepan,
masihkah rasa yang kamu miliki itu untukk,
atau tak lagi untuk ku.
Yang aku harap meski ku tau ini jalan setapak,
tapi dari sini kita bsa sampai ketujuan.
Dimana aku an kamu menjadi “kita”. Amin
Dua Puluh Lima Januari 2013
Hari ini aku tak tau kenapa sikapmu seolah
dingin terhadapku. Sejujurnya aku merindukanmu, bukan hanya rindu ragamu saja,
tapi rindu sikapmu yang dulu. Rindu akan ketulusanmu, juga perhatianmu. Kini
tak pernah ku rasakan lagi indahnya pagi, karna engkau tak pernah hadir di
pagiku. Tak pernah ada lagi ucapan dan sapa indahmu dipagi hari juga tak pernah
ada kata indah menjelang tidur ku. Kau begitu acuh seakan tak peduli…..
akkkkhhhhhhhhhhh aku begitu merindui sosok mu yang dulu, tapi bagaimanapun kamu
saat ini aku mencintaimu dengan sepnuh hatiku, tanpa memandang siapa dirimu.
Semoga kamu mengerti betapa aku mengharapkan kasih saying dan perhatianmu yang
lama tak ku rasa.
28
Januari 2013
Apa kabar kamu yang lama tak ku jumpai ?
Apa kabar dengan hati ?
Apa kabar dengan setia dan kejujuran?
Cinta,,,,,,,,
Andai saja aku bisa mengungkapkan semua kata
dan rasa yang aku punya. Maka seribu lembar kertaspun tak akan cukup untukku
mengungkapkannya. Banyak sekali sayang, yang ingin ku ungkapkan
dihadapanmu.andai kau tau, aku hambar tanpa pengisi kasih dan pedulimu padaku,
andai kau tau apa yang kurasakan ini untukmu. Cinta bukan yang bernama keegoisan
rasa, bukan yang mengucap “Bagaimana?” namun “Aku mengerti”. Bukan “Kamu dimana?”
tapi “Aku disini”,, Bukan “aku ingin yang seperti ini” akan tetapi “Aku
mencintaimu dengan apa adanyaa dirimu”.. sepinya diriku tanpa kau disini,
hampanya hatiku karena ku tau dengan nyata kau tak berada disampingku.
Seringnya kau patahkan aku, namun ak bukan seseorang yang mudah menyerah. Aku
bertahan, karena ada kejujuranku, untuk mengasihimu. Luka itu memang sakit
sayang, akan tetapi lebih sakit lagi jika aku membohongi diri ini.mungkin ak
bisa menggunakan dusta putihku, namn selama aku masih bisa menjaga kebaikan
dalam jujurku, sungguh…. Demi Dia yang maha menghargai, ku akan berjalan disini
tanpa paksaan dari siapapun.
Ketika luka-luka telah mengering. Selama itu
pula aku terus utuk merindukanmu, pun selama luka itu masih basah dan masih
pekat terasa ngilu di ulu hatiku
Cinta,,,,,,,,,
Inginnya aku bersamamu menjaga
hatimu,mendampingimu ketika resah dan gundah melandamu. Akhhh,,,,,,,,,,,cinta
akan kah kau tau begitu dalamnya kasihku. Sehingga semua luka dan kecewa itu
tak akan mampu mengubahnya. Maafkan cinta, maafkan aku, karena aku terlalu
jujur pada perasaanku. Dan semua, semua masih tetap utuh pada tempatnya. Rasa
yang bercampur baur, ada duka, ada kecewa, namun ad pula rasa percaya diantara
sejuta ragu, ada setitik cahaya diantara gelapnya cakrawala.
Ketika semua terhempas karena sia-sia, maka
akan kucoba pelajari kesedihan ini, kesakitan ini,dan ku anggap ini sebagai
hadiah “besar” Nya. Jiwa tak akan pernah
mengenal arti tegar jika ia hanya datar merasakan perjalanan hidupnya. Hati tak
akan pernah mengerti rasa sakit, jika selalu bahagia. Maha suci Allah atas
segala rangkaian hidup yang sempurna ini
Dan Cinta,,,,,,
Kau membuatku banyak belajar, dalam sakitnya
aku ketika aku terhujam mendekam dalam tebing bebatuan yang tajam.
Terimakasih cintaku kau membuat aku menjadi
jiwa yang sabar atas segala penantian dan pengertian, meski tak sepenuhnya aku
memahami secuil apapun itu, harapan adalah tetap menjadi harapan. Dimana ia
juga bisa tumbuh dari rasa kecewa, dari rasa luka. Maka biarkanlah ia tumbuh
menjadi dewasa dalam matangnya pemahaman.
Jika pun harus ada air mata, maka biarlah ia
menjadi teman sedihku untuk menyayangimu.
Jika ada rasa sakit mendera, maka biarkanlah ia
menjadi teman setiaku dalam bertahan atas segala kejujuranku padamu……..
Sungguh aku bersyukur….. karena aku mngenalmu
cinta, sekalipun mungkin utuh yang kau punya tak hanya untukku, jangan tanyakan
kesedihan yang kau pun tahu cinta, jangan bertanya tentang rasa sakitku bila
kaupun merasakannya, aku memang manusia yang tak sempurna dan kadang salah.
Namun rasa kasihku telah mengalahkan rasa sakitku rasa asihku mengalahkan
egoku, dan sayangku telah mampu mengobati luka-luka itu
Bahagiamu adalah doa dan harapanku. Senyummu,
menjadi suatu cita-cita dimana aku bisa merasakannya itu tulus hanya untukku
dan karnaku. Semoga kau selalu baik adanya, meski jalan ini tak sempurna. Ucap
terakhirku, ku harap kan terbaca jelas dimata dan hatimu.
Aku disini, dan aku mencintaimu dengan segala
kekuranganmu, dan biarlah, biarkanlah tulusku yang mencintaimu.
29 Januari 2013
Hallo Cinta,,,,,,,,,,,,
Apa kabar hari ini? Semoga selalu baik* saja.
Hemmmzzzzzzzzz,,,, hari ini aku kangen banget sama kamu, meskipun setiap
harinyapun memang selalu kangen, heehee.. tapi beneran dech hari ini lagi
kangen banget.
Oea,,,, maksih ya sayang untuk hari ini, aku
senang banget dengan sikap kamu… makasih untuk perhatiannya, makasih juga karna
hari ini kamu udah kasih senyuman di hariku.
Aku juga seneng, waktu dengar kamu bisa jawab
“Quis” ,, aku seneng kamu semangat lagi
kuliahnya, semoga semangatmu akan terus dan terus bertambah.
Sayang,,,,,,
Jaga diri baik* ya disana,, jangan lupa makan,
jangan lupa solat, terus jangan lupa juga sama aku.. hehe
Keep spirit,,,
Keep smile
,,,
Jumat,
15 Maret 2013
Dear You….
Aku gak tau apa salahku. Aku kah yang egois?
Akukah yang tak bisa mengerti mu ? salahkah bila ku cemburu? Salahkah jika ku
takut kehilanganmu? Dan salahkah aku yang selalu menunggumu?
Cinta……….
Sungguh bukan aku tak percaya pada mu, bukan
pula aku ingin mengekangmu. Tapi, ketahuilah cinta, aku hanya takut
kehilanganmu untuk yang kesekian kalinya. Aku sedih L saat ku kehilangan kabar darimu, aku sedih
saat aku kehilangan perhatianmu, aku sedih saat aku kehilangan sayangmu, meski
aku akan tetap yakin, kau masih menyayangiku.
Cinta………..
Bolehkah aku meminta sayangmu?
Bolehkah aku meminta perhatianmu?
Bolehkah cinta, bolehkah jika aku memintamu
untuk selalu menjadi milikku?
Bolehkah aku berharap lebih kepadamu, seperti
yang selalu kuharapkan kepada Tuhanku?
Bolehkah kelak aku menjadi pendampingmu?
Bolehkah aku hapus lukamu, bolehkah aku hapus
sedih dan gundahmu?
Cinta… maafkan aku jika sampai saat ini aku
belum juga mengerti segala hal tentangmu, tapi percayalah cinta, aku akan terus
belajar agar bisa memahamimu sepenuhnya. Cinta aku akan terus berusaha untuk
selalu memahamimu, meski harus ku tahan kesakitanku, karna ku yakin, kelak kau
kan membalasnya dengan kebahagiaan.
Cinta …
Meskipun saat ini aku sangat kehilanganmu,
meskipun saat ini aku merasa kau jauhi, meskipun aku merindukan perhatianmu dan
kasih sayang mu, tapi aku akan tetap bersabar, karna ku yakin kau tak pernah
berniat untuk menyakitiku, mungkin kau hanya tak sengaja membuat ku sakit, atau
mungkin aku yang kurang memahami sikapmu.
Cinta …
Bolehkah aku mengadu akan kesakitan ini?
Cinta bukan aku menghalangi dan membatasi
pertemananmu, tapi ketahuilah cinta, aku sakit jika melihat kau dekat dengan
mereka, yang pernah membuatku sangat terluka. Ketahuilah cinta, tak ada wanita
yang rela orang yang disayanginya begitu dekat dengan wanita lain, begitupun
dengan ku. Aku hanya tak ingin cintamu terbagi, aku hanya terlalu takut
kehilanganmu, aku marah bukan karna aku tak percaya, tapi aku ingin kamu
mengerti bahwa aku sungguh dan sangat menyayangimu. Tapi, jika itu adalah suatu
kesalahan aku minta maaf, karna sungguh aku tak ingin membuatmu marah, aku
hanya berharap kamu mengerti dengan semua ini.
Cinta…
Kini kubenarbenar merindukanmu. Bukan hanya hadirmu
yang kurindu, tapi perhatian dan sayangmu juga kurindukan, bahkan sangat
kurindukan. Ntah sudah berapa lama, kau tujukan sikap dingin dan acuhmu
terhadapku, jujur itu sangat menyakitkan, karna aku seperti kehilangan, cinta
jika bukan perhatian, kasihsayang dan kesetiaanmu, darimana lagi aku bisa
bertahan untuk meraih bahagia yang pernah kita harapkan berdua.
Kamis,
21 Maret 2013
Selamat
pagi cinta, semoga harimu menyenangkan.
Sayang
terimakasih untuk semua hal yang telah kamu ajarkan, apapun kebaikan yang
engkau ajarkan adalah anugrah terbesar dari Allah. Saat ini aku akan belajar
berhijab, seperti layaknya orang muslim.
Sayang
jaga selalu hatimu, untuk ku……………..
Langganan:
Postingan (Atom)